Untuk mendapatkan tenaga, prosesnya dimulai dari adanya rasa lapar, kemudian diikuti perasaan ingin makan dan mencari makanan. Tahap pertama pencernaan adalah terjadinya proses me makan, mengunyah, dan menelan makanan yang masuk. Pengaturan proses memakan adalah adanya rasa lapar dan rasa kenyang. Rang sangan terjadi karena dua hal, yaitu berasal dari luar (eksternal) dan dari dalam (internal). Rangsangan dari dalam berupa rasa lapar terdapat rasa ingin mengonsumsi makanan. Rasa lapar ini timbul karena lambung kosong disertai terjadinya kontraksi otot lambung dan konsentrasi glukosa dalam darah menurun. Sesudah perasaan terpenuhi, timbul rasa kenyang dan proses lapar terhenti. Bentuk rangsangan lain yang berasal dari luar bervariasi, yaitu aroma makanan, pandangan mata, lingkungan, dan sosial.
Situasi orang makan dapat diikuti sebagai berikut:
- situasi sosial bila makanan tersedia;
- pada jadwal waktu makanan atau tempat: 3. bertahan tidak makan bila makanan tidak tersedia;
- respons pada waktu perasaan tidak bahagia, frustrasi tidak ada nafsu makan;
- bila ada penghargaan.
Alat Pencernaan (Gastro Intestinal Tract)
Sesudah mendapatkan makanan sesuai selera, makanan tersebut kemudian mengalami proses pencernaan. Proses pencernaan dimulai dengan cara mengunyah, menelan, dan mendorong makanan ke saluran pencernaan. Alat pencernaan terdiri dari:
- rongga mulut (pharing, lidah, gigi, air ludah beserta enzim); 2. oesophagus (hanya merupakan saluran penghubung antara rongga mulut dan lambung);
- lambung;
- organ pendukung (pankreas, hati, empedu);
- usus halus (duodenum, jejenum);
- usus besar (kolon);
- rektum.
Sistem Pencernaan
Pencernaan adalah suatu proses yang terintegrasi dari keadaan fisiokhemikalia dalam tubuh. Prinsip dasar pencernaan berdasarkan fungsi fisiologis alat pencernaan baik dalam segi kesehatan ataupun nutrisi klinik. Maka, ada dua bentuk dasar aktivitas yang terlibat. yaitu:
- Aktivitas mekanik atau aktivitas otot, yaitu dalam bentuk pergerakan atau motilitas otot gastrointestinalis
- Aktivitas kimia atau aktivitas enzim yaitu berupa sekret s trointestinal yang berperan dalam reaksi kimia. Sel dan kelenja gas saluran cerna (Gl-tract) juga mengeluarkan sekreta seper mukus, air dan elektrolit.
Aktivitas Otot
Aktivitas otot (motilitas otot gastrointestinal) merupakan aktivitas mekanik yang dibantu oleh sejumlah neuromuskular proses pengaturan diri sendiri. Pekerjaan ini dilakukan bersama sama untuk mendorong komponen makanan sepanjang saluran cerna untuk melakukan penghancuran/penguraian dan absorpsi zat g ke tempat tujuan
Ada empat jenis lapisan otot usus sebagai berikut.
- Ring kontak otot yang melingkar mengelilingi sepanjang usur dan berfungsi mendorong, meremas, dan mencampur makanan
- Otot longitudinal: otot yang memanjang sepanjang usus membantu mendorong komponen makanan bergerak ke segmen usus berikutnya.
- Otot sphingter, suatu strategi, spesifik otot yang melingkar berfungsi sebagai kelep seperti otot pilorik, ileocecal, dan anal (dubur/anus) untuk mengontrol dorongan material ke segmen usus berikutnya.
- Otot mukosal: lapisan otot halus yang mengikuti lekuk-lekuk atau lipatan usus pada lapisan bagian dalam usus yang membantu proses penyerapan total di wilayah permukaan usus.
Keempat lapisan otot berinteraksi sehingga mendapatkan du gerakan dasar, yaitu:
- kontraksi tonik yang memberikan gerak dorong secara tetap das mengontrol kelep
- gerakan periodik, kontraksi berirama (ritmik) mencampur dan membuat masa konsentrat makanan.
Gerakan yang berupa kontraksi (menegang)-relaksasi (lemas) otot usus yang berfungsi mendorong masa makanan ke depan disebut sebagai gerakan peristalsis.
Kontrol Sistem Saraf
Ada pengaturan spesifik yang terjadi yaitu berupa interelasi aksi otot dinding saluran cema, saraf pleksus intramural, mulai dari esophagus sampai ke anus. Kerja sama ini akan mengontrol aturan kecepatan, intensitas kontraksi otot secara periodik dan terkoordinasi sehingga menimbulkan variasi gerak.
Sekresi Gastrointestinal
Ada beberapa zat yang dikeluarkan oleh saluran cerna, yaitu:
- enzim;
- HCI dan ion buffer;
- mukus;
- air dan elektrolit.




