Makanan setelah dikonsumsi mengalami proses pencernaan di dalam alat pencernaan. Bahan makanan diuraikan menjadi zat gizi atau nutrien. Zat tersebut selanjutnya diserap melalui dinding usus dan masuk ke dalam cairan tubuh. Fungsi umum zat gizi tersebut ialah:
- sebagai sumber energi atau tenaga;
- menyumbang pertumbuhan badan;
- memelihara jaringan tubuh, mengganti sel yang rusak atau aus;
- mengatur metabolisme dan mengatur keseimbangan air, mineral dan asam – basa di dalam cairan tubuh;
- berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit sebagai antibodi dan antitoksin.
Terdapat penggolongan lain bahan makanan berdasarkan fungsi zat gizi tersebut, yaitu sebagai berikut.
- Zat gizi penghasil energi, ialah karbohidrat, lemak, dan protein. Zat gizi ini sebagian besar dihasilkan dari makanan pokok.
- Zat gizi pembangun sel, terutama diperankan protein. Oleh karena itu, bahan pangan lauk-pauk digolongkan makanan sumber zat pembangun.
- Zat pengatur, termasuk didalamnya vitamin dan mineral. Bahan pangan yang termasuk vitamin dan mineral adalah sayur dan buah-buahan
GIZI & Kesehatan Masyarakat
Penggolongan kedua bahan pangan tersebut di atas dipergu nakan di Indonesia dalam penyuluhan dan pendidikan gizi kepada masyarakat, khususnya dalam penyusunan hidangan yang memenuhi zat gizi. Bahan pangan penghasil energi terutama berasal dari karbohidrat khususnya amilum. Serealia yang digunakan sebagai makanan pokok, seperti beras, jumlah proteinnya juga cukup karena umumnya makanan pokok dikonsumsi dalam jumlah besar. Karena protein juga menghasilkan energi, maka pada makanan pokok serealia energinya berasal dari karbohidrat dan protein. Energi jumlah besar diperlukan untuk kerja otot melakukan kerja luar. Energi besar tersebut diperlukan pada orang yang banyak kerja otot seperti pekerja kasar (kuli, buruh, tukang becak, dan lain-lain) agar sanggup melakukan pekerjaan berat.
Bahan pangan penghasil zat pembangun adalah protein. Ada protein metabolik yang dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh dan yang lain protein struktural untuk membangun struktur sel. Kelompok rawan seperti bayi, balita, anak yang sedang tumbuh maupun ibu hamil dan ibu menyusui membutuhkan protein dalam jumlah besar sehingga kebutuhan juga meningkat. Bahan hewani seperti daging, ikan, susu, maupun produknya digunakan sebagai sumber protein. Kualitas protein hewani lebih baik dibandingkan dengan protein nabati seperti kacang-kacangan, meskipun campuran beberapa protein nabati dapat menghasilkan campuran yang ber kualitas tidak jauh berbeda dengan protein hewani.
Bahan pangan penghasil zat pengatur ialah sayuran dan buah buahan. Zat pengatur menjalankan dan mengatur proses metabolisme tubuh. Bila seseorang kekurangan zat pengatur dalam waktu lama, akan timbul berbagai penyakit defisiensi zat gizi.




